Bu Ayu… itu adalah nama seorang dosen yang diceritakan sebagai dosen yang suangatlah kejam. Tidak tanggung-tanggung di sudah membuat 20 mahasiswa stress, 10 mahasiswa ga lulus-lulus dan hampir 150 mahasiswa mengalami depresi yang berkepanjangan akibat mengikuti mata kuliah yang diajarnya.
Di suatu semester, 4 sekawan yang terkenal di seluruh kampus mengambil mata kuliah yang di ajarkan oleh bu Ayu. Dan mereka pun menambah daftar mahasiswa yang mengalami depresi yang berkepanjangan. Merasa tidak puas mereka melakukan pembalasan kepada Bu Ayu.
Dengan berbekal kapur dan ijin dari Rooster, Tiga orang dari 4 sekawan yaitu Dita, Mayco dan Andre mulai melancarkan aksinya. Mereka mulai menuliskan berbagai kata-kata tidak senonoh tentang bu Ayu.
ckckck… dasar mahasiswa.
Dita sebagai salah satu korban bu Ayu, juga menyimpan dendam kesumat yang tidak tanggung-tanggung. Dengan hati yang penuh rasa dendam di menumpahkan seluruh amarahnya ke papan tulis. Ciaattttt…..
Mayco yang sedari awal tidak begitu setuju dengan ide “Balas dendam” ini pun mulai kehabisan ide. Dia mencontek kata-kata tidak senonoh yang ditulis oleh Andre.
Kak Hilman mendapat ide lain. Dia mengajak Mayco dan Andre mencoret-coret meja Bu Ayu dengan spidol.
Andre yang merasa kasian dengan Dita, mulai mengikuti rencana jahat Dita lainnya, yaitu menaruh penghapus di atas pintu masuk kelas.
Keesokkan harinya….
Sepertinya kerjaan 4 sekawan berhasil. Bu Ayu marah BESAAARR…
Sambil menghapus coretan-coretan di papan tulis dia ngomel ke semua mahasiswanya. Dia bertanya ke semua mahasiswa perihal pelaku tindakan yang mencemarkan nama baiknya itu.
Karena tidak ada yang mengaku, Bu Ayu pun putus asa. Dia menasehati semua mahasiswanya bahwa tidak baik menyembunyikan perbuatan jahat. Apalagi perbuatan buruk terhadap orang yang lebih tua. Dia bercerita bahwa semua itu pasti ada balasannya.
Dan hari itupun terjadilah….
Ternyata balasan itu datang juga. Dan tentunya bukan Bu Ayu sendiri yang membalasnya.
Saat Dita berencana turun dari lantai 5 di sebuah gedung luar biasa di IT Telkom yaitu Learning Center, lift yang dia tumpangi mendadak macet selama kira-kira hampir 1 jam lamanya. Dia berteriak kegirangan, eh maksudnya minta tolong. Namun apa daya, petugas-petugas keamanan kampus tidak cukup tangkas dalam menangani kasus seperti ini. Maklum, baru kali ini adalah Lift di kampus IT Telkom tercinta ini. hehe…
Ironisnya lagi, teman-teman seperjuangannya justru meledek dia yang sedang terjebak. Sungguh bukan persahabatan yang patut dicontoh.
Dita.. Dita malang nian nasibmu. Itulah kawan akibatnya kalau berbuat jahat ke orang lain. Pasti kita akan mendapat balasannya tapi kadang balasan itu tidak secara langsung dilakukan oleh orang yang kita sakiti. ^^










Jejak Kamu